Selasa, 26 September 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI





1.      Pengertian Audit Teknologi Sistem Informasi
  • Audit teknologi informasi atau IT (information technology) audit atau juga dikenal sebagai audit sistem informasi (information system audit) merupakan aktivitas pengujian terhadap pengendalian dari kelompok-kelompok unit infrastruktur dari sebuah sistem/teknologi informasi.
  • Audit teknologi informasi ( Inggris : information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. 
  • Audit Sistem Informasi memberikan evaluasi yang bersifat independen atas kebijakan, prosedur, standar, pengukuran dan praktik untuk menjaga atau mencegah informasi yang bersifat elektronik dari kehilangan, kerusakan, penelusuran yang tidak disengaja dan sebagainya (NSAA & GAO, 2011). Audit SI secara unum mencakup hal-hal sebagai berikut: meninjau lingkungan dan fisik, administrasi sistem, software aplikasi, keamanan jaringan, komunitas bisnis dan komunikasi data (Gondodioto & Hendarti, 2006).
  • Audit Sistem Informasi sebagai proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem informasi dapat melindungi asset, teknologi yang ada telah memelihara integrasi data hingga keduanya dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan bisnis secara evektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien (Sayana, 2002).

    2.      Tujuan Audit Sistem Informasi

Tujuan audit sistem informasi untuk meninjau dan memberikan umpan balik, menjamin dan melakukan rekomendasi mengenai tiga hal sebagai berikut, ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality) dan integritas. Detail tentang tujuan audit sistem informasi di jelaskan (Gondodioto & Hendarti, 2006) sebagai berikut:
  • Untuk mengidentifikasi sistem yang ada baik yang ada pada tiap divisi/unit/departemen maupun yang digunakan menyeluruh.
  •  Untuk mengetahui pada bidang atau area mana, fungsi, kegiatan atau business process yang didukung dengan sistem serta teknologi sistem informasi yang ada.
  •  Untuk menganalisis tingkat pentingnya data/informasi yang dihasilkan oleh sistem dalam rangka mendukung kebutuhan para pemakainya.
  •  Untuk mengetahui keterkaitan antara sistem pengolahan dan transfer informasi.
  •  Untuk mengidentifikasi apakah ada kesenjangan antara sistem dan kebutuhan.

    3.      Sejarah Audit Teknologi Informasi

     Audit IT yang pada awalnya lebih dikenal sebagai EDP Audit (Electronic Data Processing) telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan Audit IT ini didorong oleh kemajuan teknologi dalam sistem keuangan, meningkatnya kebutuhan akan kontrol IT, dan pengaruh dari komputer itu sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas penting. Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Selama periode 1954 sampai dengan 1960-an profesi audit masih menggunakan komputer. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah. 
    Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT.

   4.      Jenis Audit Teknologi Informasi
  •  Sistem dan aplikasi.
           Memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem. 
  •  Fasilitas pemrosesan informasi.
           Memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
  •  Pengembangan sistem.
           Memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
  • Arsitektur perusahaan dan manajemen TI 
         Memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 
  • Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet         
     Memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

   5.      Kesimpulan

             Audit Teknologi Informasi merupakan kegiatan pengumpulan danpengevaluasian fakta pada suatu kegiatan perusahaan untuk menentukan sistem yang sedang berjalan pada suatu perusahaan dapat bekerja dengan baik. Audit TI diperlukan suatu perusahaan agar integrasi data pada kegiatan perkantoran tetap selalu terjaga, memperkecil resiko kerugian yang disebabkan oleh kejahatan komputer dan juga untuk lebih memahami seberapa besar sistem informasi mendukung kebutuhan strategis perusahaan, operasi perusahaan, mendukung kegiatan operasional departemen/unit/divisi, kelompok kerja maupun para petugas dalam melaksanakan kegiatannya.



Sumber :
https://avanza250.wordpress.com/2013/06/22/pemeriksaan-sistem-informasi-audit-it/

Gambar :
https://blog.gamatechno.com/wp-content/uploads/2017/01/auditor1.jpg
 

Selasa, 30 Mei 2017

PROSES PEMBUATAN ANIMASI DENGAN APLIKASI ADOBE FLASH

Sumber : http://belajar-php.com/wp-content/uploads/2016/10/flash_logo.jpg

Ini merupakan postingan lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu Penjelasan &Konsep Pembuatan Animasi. Pada postingan kali ini berisi tentang implementasi dari sebuah konsep yang sebelumnya dibuat dan juga langkah-langkah pembuatan animasi dari awal hingga selesai. Berikut penjelasan dan langkah-langkahnya :
  1. Pembuatan animasi ini menggunakan aplikasi Adobe Flash CS3. Langkah pertama buka program Flash, dengan cara Start > All Program >  Flash, jika sudah terbuka aplikasinya maka membuat halaman baru dengan cara File > New atau Ctrl + N. Catatan : jika belum ada aplikasi Flash maka silahkan install dulu :D
  2. Halaman baru sudah tersedia kemudian membuat lingkaran menggunakan oval tool atau tekan tombol O. Sesuaikan dengan lebar halaman, untuk membuat lingkaran sempurna bisa dengan cara menekan dan menahan tombol Shift.
  3. Kemudian membuat satu per satu nomor jam 1-12 dengan cara menggunakan Text Tool atau tekan tombol T. Atur angka jam menggunakan Selection Tool atau tekan tombol V hingga sesuai.
  4. Buat 3 garis dengan panjang berbeda yang digunakan untuk penunjuk arah jam. Garis pendek sebagai jam, garis sedang sebagai menit dan garis panjang sebagai detik. Dibuat dengan menggunakan Line Tool atau tekan tombol N.
  5. Yang selanjutnya dilakukan adalah seleksi garis pendek (jam) dengan Selection Tool atau tombol V lalu pilih Modify > Convert to Symbol… atau F8.
  6. Kemudian muncul jendela Convert to Symbol dan ketikkan nama jam_flash, tentukan type Movie clip dan pastikan titik hitam Registration berada di bawah tengah, OK.
  7. Pada Properties isi dengan jam_flash di box instance name.
  8. Untuk garis sedang(menit) dan garis panjang(detik) sama saja langkahnya dengan garis pendek(jam). (Lihat langkah 4-7)
  9. Langkah selanjutnya gabungkan semua garis, dimulai dengan garis pendek(jam), garis sedang(menit) dan yang terakhir garis panjang(detik). Seperti ini :
  10. Jika semua proses dasarnya sudah dilewati, selanjutnya anda dapat mendesain dan memperbaiki grafisnya sesuai dengan keinginan anda agar lebih menarik dan pastinya lebih bagus. Berikut desain buatan saya :
  11. Jika sudah kemudian klik Layer 1 berada pada bagian kiri atas kemudian pilih Window > Action atau F9. Lalu muncul halaman panel action dan ketikkan script code seperti ini :
  12. Untuk menjalankan animasi bisa dengan cara pilih Control > Test Movie atau Ctrl+Enter. Hasilnya seperti ini :
  13. Export animasi dengan cara pilih File > Export > Export Animasi lalu pilih folder tujuan penyimpanan animasinya. Atau bisa dengan cara Ctrl+Alt+Shift+S lalu pilih folder tujuan penyimpanan.

Sekian penjelasan dan pembuatan animasi yang dibuat dengan aplikasi Adobe Flash dari saya, mulai tahap perancangan(penjelasan dan konsep) hingga tahap penerapnnya yaitu berupa langkah-langkah proses pembuatannya. Terimakasih.

Rabu, 10 Mei 2017

PENJELASAN & KONSEP PEMBUATAN ANIMASI


Untuk melengkapi tugas mata kuliah softskill Pengantar Aplikasi Komputer dan Desain Grafis pada semester ini kelompok kami akan membuat animasi menggunakan software Adobe Flash, yaitu membuat animasi jam dinding.

Sebelumnya kami akan memperkenalkan apa itu aplikasi Adobe Flash. Adobe Flash adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems, digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut, dahulu bernama Macromedia Flash. File flash berekstensi .swf atau Shockwave Flash. Software ini adalah salah satu program yang paling umum digunakan untuk membuat halaman web animasi, video player dan audio streaming.

Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama ‘Macromedia’ adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.

Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya.

Setelah penjelasan mengenai aplikasi Adobe Flash, selanjutnya menjelaskan konsep untuk pembuatan animasinya. Seperti ini konsepnya :
  1.  Menginstall aplikasi Adobe Flash.
  2.  Selanjutnya membuat bentuk jam dinding, yaitu lingkaran, angka-angka dan jarum jam.
  3. Menggabungkan semua komponennya dan juga member warna agar lebih menarik.
  4.  Kemudian menggerakkan jamnya secara utuh.
Demikian konsep pembuatan animasi kelompok kami yang akan dipertimbangkan selanjutnya dalam pembuatannya. Untuk tahap selanjutnya akan dibahas dalam postingan berikutnya yaitu dalam tahap pembuatan animasinya.



Sumber  : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Adobe_Flash